Toriq ditinggalkan oleh orang tuanya sejak usia 3 bulan. Dititipkan ke keluarga orang lain. Tumbuh tanpa ditanggung — sementara saudara kandungnya hidup berkecukupan di rumah yang berbeda.
Dia makan nasi aking saat SD. Belajar jangan merepotkan sebelum belajar membaca. Melihat dengan mata sendiri bagaimana pilih kasih membentuk jarak di antara anak-anak dari orang tua yang sama.
Dan semua pengalaman itu — pengabaian, ketidakadilan, rasa gak diharapkan — ditulis jadi 150 halaman. Bukan untuk menyalahkan orang tuanya. Tapi supaya kamu yang ngerasain hal serupa akhirnya punya bahasa untuk rasa yang selama ini cuma bisa kamu pendam sendiri.